Sholat Khusyu’! mau?

April 7, 2008

Berbagai hal yang akan mendatangkan kekhusyu’an…

1. Melakukan persiapan untuk sholat dan membenahi diri guna menghadapinya.

2. Thuma’ninah (tenang) dalam sholat.

3. Mengingat kematian dalam sholat.

4. Merenungi makna ayat-ayat dan semua dzikir yang dibaca dalam sholat serta senantiasa berinteraksi dengan-Nya.

5. Aturlah pernafasan setiap melakukan gerakan sholat dan ketika membaca bacaan sholat.

6. Membaca ayat-ayat dengan berhenti pada setiap ayat.

7. Tartil dalam melakukan bacaan dan membaguskan suara.

8. Meyakini bahwa Allah menjawab apa yang diucapkan dalam sholat-Nya.

9. Sholat di tempat yang di depannya ada sitrah dengan mendekat pada-Nya.

10. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud.

Cara menghindari hal yang akan mendatangkan kekhusyu’an…

  1. Menyingkirkan sesuatu yang mengganggu konsentrasi orang yang sholat dari tempatnya.
  2. Tidak sholat dengan pakaian yang beraneka ragam corak.
  3. Tidak sholat ketika makanan sudah dihudangkan.
  4. Tidak sholat dengan menahan kentuuut.
  5. Tidak sholat saat dikuasai oleh rasa ngantuuk.
  6. Tidak sholat di belakang orang yang sedang berbicara.
  7. Tidak mengeraskan bacaan sehingga mengganggu yang lain.

(diambil dari Penyebab Khusyu’ Sholat karya Syekh Muhammad Shalih Al Munajid)

Semoga bermanfaat bagi sahabat-sahabat yang membaca dan khususnya bagi Sya yang sedang menuju proses perubahan jga…


Pancinglah Rezeki dengan Memberi

Maret 14, 2008

Kenapa dengan memberi kita malahan
akan memperoleh yang lebih baik,
bahkan lebih banyak.
Memberi dengan ikhlas dan sabar akan
melepaskan kelekatan duniawi dan
mendekatkan diri pada Tuhan.
Ketika kita demikian dekatnya dengan
Tuhan maka yang berlaku adalah rumus-
rumus keniscayaan dan ketidak
berhinggaan.

Apakah Matahari karena memberikan
energi panas dan cahayanya akan
kehabisan energi panasnya.
Tidak… karena yang berlaku di Matahari
adalah ketidak-berhinggaan
Memang mungkin akan habis dalam
250.000 tahun atau bahkan Sejuta Tahun
sehingga dibandingkan umur manusia
maka itu adalah ketidak-berhinggaan .

Percayalah laksana Matahari, kita
tidak akan Kekurangan hanya karena
Memberi.

Kalau kita Donor Darah dan memberikan
1 liter darah yang diambil dari badan
kita… apakah kita akan kekurangan
darah…
Tidak… kita tidak akan kekurangan
darah hanya karena kita Donor Darah.
Percayalah besok pagi badan kita akan
terasa lebih segar karena ada 1 liter
sel darah baru … masih fresh … masih
bersih… baru saja ditambahkan dalam
aliran darah kita.

Mungkin kita semua tahu, tersebutlah
di daerah Timur Tengah terdapat dua
laut yang sangat bertolak belakang
sifatnya.
— Laut Yordan mendapatkan airnya
dari Danau Galilea, mengalirkan airnya
menyebar menghijaukan gurun yang
dilewati olehnya dan mengubahnya
menjadi tanah yang subur penuh
kehidupan.

— Laut Mati, seperti namanya laut
ini benar-benar mati, sungai ini tidak
mengalirkan airnya ke mana pun. Sungai
ini tidak mempunyai saluran
pembuangan. Gersang kenyang oleh
garam, tidak ada kehidupan yang bisa
bertahan di Laut Mati.

Anda yang hidup tanpa memberi akan
menjadi Laut Mati yang gersang dalam
kehidupan. Menjadi sulit bergerak,
seakan harta yang dimiliki menjadi
beban dan menghambat kehidupan. Tetapi
ketika kita bebas memberikan seluruh
diri kita, kita akan selaras dengan
kehidupan, berkembang laksana daun di
musim penghujan.

Kesimpulan:
Memberi yang indah dan bermanfaat
adalah memberi laksana matahari atau
sungai Yordan:
1. Memberi tanpa harap kembali
2. Memberi karena memang harus memberi
3. Memberi untuk kehidupan

(posting from Novia Astuti)


Dakwah Sekolah !!!

Maret 13, 2008

Assalamu’alaikum…

Di sini saya akan mencoba untuk menulis mengenai dakwah sekolah.
Yang saya pahami ( dan dari sumber-sumber yang pernah saya baca ), dakwah adalah suatu bentuk real atau kerja nyata yang harus dilakukan oleh seluruh orang yang sudah bersyari’at dengan Allah, dan sudah menyatakan keimananya kepada Allah dalam rangka melahirkan jiwa dan raga pelopor / kader inti.
Suatu langkah awal yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, ketika beliau diangkat menjadi seorang Nabi dan Rasul adalah dengan berda’wah kepada karabat terdekatnya. Itu merupakan salh satu sunnah rasul yang patut untuk dicontoh. Dimana dakwah itu termasuk ke dalam kerja nyata seseorang secara loyalitas kepada Islam serta beramal shaleh. ( Qs. 41 : 33 ). Dengan jelas, dakwah dilakukan untuk mengajak manusia yang berada dalam sistem jahiliyah kepada sistem islam, bukan mengajak kepada suatu kelompok fraksi, golongan, organisasi ataupun partai.
Saya, sebagai seorang pelajar memiliki tugas, fungsi dan peran. Dan sayapun, memiliki kewajiban yang harus saya laksanakan. Dan salah satu kewajiban itu adalah dakwah. Mengajak manusia agar meninggalkan sistem thagut dan menerima sistem Allah dengan konsekuensi meninggalkan secara loyalitas terhadap sistem thagut.
dikutip dari http://forum.rezaervani.com/viewtopic.php?t=105
(oleh Fitri Laila MA Zakaria Bandung / FORISTIC Indonesia)


Bangkitlah! Islam Q

Maret 10, 2008

“Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi orang Kristen atau Yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam… Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa nafsunya…”

( Pidato Samuel Zwemmer, tokoh Yahudi, dalam Konfrensi Missi di Yerusalem, 1935 )

Kutipan pidato tersebut apakah sudah terjadi dalam generasi Muda Islam Zaman sekarang yang ada di Indonesia ? Jika ya, marilah kita bangkit bersama dimulai dari keluarga terkecil Kita, Insya Allah jika semuanya bergerak maka Kita semua dapat menghapuskan kata-kata yang dilontarkan oleh Samuel Zwemmer…

(diambil dari eramuslim digest)


Hitam Putih saat UAN

Maret 3, 2008
Sekolah berlogo Islam ternama di Kawasan Bandung Timur, April 2007. Saat itu saya masih duduk dibangku SMP Kelas 9F. Pada waktu itu saya akan menghadapi Ujian Akhir Nasional ( UAN ), beberapa Hari dan Minggu Wakil Ketua Yayasan beserta Stafnya jangan menyontek pada saat UAN dan juga menggemborkan bahwa jangan tertipu daya oleh SMS bocoran yang kerak terjadi pada saat UAN SMA ( saat itu SMA terlebih dahulu yang melaksanakan Ujian ), namun masalah itu saya anggap hal yang biasa ( agar tidak stress kedepannya ).
Hari pertama saat UAN Bahasa Indonesia . Sekelas hanya 20 Peserta, masih aman, tertib, dan lancar ( Masih punya rasa takut ke Pengawas dari luar ), klo saya gambarkan suasananya seperti di Kuburan, heniiing sekali. Dan Alhamdulillah semuanya jujur mengisi jawabanya, termasuk saya juga ( khmm jadi banga? ).
Hari kedua UAN Matematika, keadaan mulai berantakan, karena Pengawasnya menizinkan kita untuk kerjasama ( termasuk saya sendiri ), dengan syarat tidak boleh berisik ( hebat euy, pengawasnya bageur ). Karena siswa sudah terlatih ( untuk mencontek ) jadi mereka menggunakan kode isyarat seakan-akan pengawas yang independent ( yang berkeliling kesetiap kelas ) tidak mengetahuinya.
Hari terakhir UAN Bahasa Inggris, suasana bagaikan Pasar Kaget tapi siswa tetap duduk di bangkunya masing-masing. Saya sendiri juga heran koq bisa ya! Hampir semua siswa menontek lewat kertas, kode isyarat bahkan lewat SMS ( dengan syarat siswa harus menggunakan kartu provider yang murah untuk sms! namanya juga pelajar ). Bahkan membawa kamus digital juga tidak di rampas oleh sang Pengawas.
Mereka yang nyontek berlasan bahwa “Kita 3 tahun hidup bersama di sekolah dan belajarpun bersama, masa teman kita mau di biarkan saja tetap tinggal kelas?” dari sinilah saya seakan-akan ditodong oleh mereka agar saya juga bisa membantu untuk memberikan jawabannya ( bahkan diberi pulsa sms ), gimana saya mau nolak mereka ! Tapi inilah faktanya mau dibuat seperti apalagi.
Saya pernah diceritakan oleh beberapa Guru dekat saya tentang seputar kecurangan-kecurangan yang ada di dalam pelaksanaan UAN, “Bahwa sudah menjadi hal yang wajar jika UAN seperti ini, dan kamu jangan merasa heran atau kaget”. ( Guru kesayangan saya bercerita ). Bahkan disekolah-sekolah lain ada yang lebih parah yaitu, yang pertama sebagian sekolah ada yangcmeminta kunci jawabannya kepihak terkait dengan harga Rp. 7.000.000 untuk setiap Kode soal ( pada saat itu ada 2 Kode soal ) Kedua setiap para pengawas dari luar sebelum UAN berlangsung, pengawas melakukan rapat tertutup dengan pihak Kepala Sekolah untuk membiarkan siswanya berkerjasama. Ketiga pernah di sebuah kawasan di Jabar ( saya rahasiakan tempatnya ), ada rapat tertutup juga untuk kepala sekolah se-kawasan tersebut, hal yang dibicarakan diantaranya untuk memberikan kelonggaran kepada pengawas untuk mengawasi murid saat UAN berlangsung. Keempat sebagian sekolah memberikan peraturan bahwa setiap pengawas tidak boleh jalan-jalan mengawasi setiap siswa dengan wajah pesimis bahkan dimeja pengawas sudah terdapat koran, makanan kecil, dan segelas teh manis/kopi hangat sesuai pesanan sang Pengawas ( seperti Kafe saja ). Bagaimana nanti dipertanggung jawabakan di Akhirat ? ( Jadi yang salah siapa Ya? )
Sistem Ujian yang ada di Indonesia koq seperti ini?, ( ini baru yang saya ketahui, apalagi yang belum ), Artikel bukan untuk merendahkan yang menjalankan sistem ini, tetapi hanya sebagai bahan evaluasi bagi para calon Pengawas/yang menjalankan sistem UAN untuk bulan April nanti, agar Indonesia bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme. Amiin

(Rizky Febriansyah X-9 SMA N 19 Bandung)


UAN yang melelahkan ?

Maret 2, 2008
Seorang Guru mengingatkan kepada siswa,”Anak-anak besok jangan lupa menghafal dan persiapkan pinsil 2B dan penghapus”. Begitulah kata-kata yang dilontarkan oleh seorang Guru ketika siswa-siswa kelas 9 SMP dan 10 SMA akan menghadapi UAN.
Saat UAN berlangsung para siswa harus memilih jawaban yang tepat dan harus menghitamkan jawabanya dengan banyak syarat-syarat yang bikin tambah rumit contohnya nggak boleh kotor, sobek, terlipat, basah, dan harus bersih. Pengalaman pribadi saya pada tahun 2007 terhadap sistem pengisian lembaran kerja UAN yang kurang bagus dan kurang mengefektifkan waktu.
Dari sekian banyak soal yang diberikan berapa waktu siswa untuk berpikir dan menghitamkan LJK ( Lembar Jawaban Komputer, yang sedang modern tẻa! ) ? Hasil Survey saya terhadap teman sekelas ( Kelas X-9 SMA N 19 Bandung, promosi ! ) bahwa menghitamkan buletan yang terdapat di LJK sangatlah menghamburkan waktu dan dapat mengalihkan konsentrasi para siswa yang sedang UAN menjadi tertuju ke pengisian jawaban, apalagi hitamannya haruslah tebal (supaya komputernya ngak eror) berarti siswa dalam mengisi harus agak ditekan ( hati-hati jangan terlalu ditekan bilih bolong kertasnya! hm… serba salah ya ), metode seperti ini dapat mengakibatkan pengurangan energi dan konsentrasi yang kita miliki apalagi jika salah ngisi hmm… harus dihapus dengan super hati-hati bangeet.
Yang saya harapkan kepada Bapak Menteri Pendidikan Indonesia Bambang Sudibyo, agar mengisi LJK UAN cukup dengan di silang ( X ) agar siswa tetap fokus kepada soal-soal pertanyaan (kan ngak terlalu rumit). Bukankah semakin kesini Tekhnologi semakin berkembang ? Cobalah Pak Menteri untuk membuat System Pembaca Komputer yang sangat sensitive terhadap isi jawaban. ( Kan banyak para mahasiswa Indonesia yang jago dibidang Tekhnologi! coba gunakan hasil karyanya. Jangan pake karya orang Bule terus ).
Nah, jika semuanya mudah dan hemat waktu segalanya jadi serba enak, berfikir dan mengisinya jadi mudah. ( “Gitu aja koq repot”, Gus Pur pun ikut menambahakan )

Rizky Febriansyah X-9 SMA N 19 Bandung


Nilai Cinta Melebihi Cinta-Nya

Maret 2, 2008

Seorang Ikhwan yang bernama Rizal ( Nama Samaran ) hingga kini masih memikirkan bagaimana nasibnya memikirkan kesalahannya yang Ia perbuat kepada seorang Akhwat yang bernama Annisa ( Nama Samaran ). Mereka berdua dulunya adalah seorang teman sekelas yang sangat erat hubungan persahabatan, hingga Rizal mempunyai rasa suka kepada Annisa sejak pandangan pertama ketika bertemu di Kelas pecahan dari beberapa kelas yaitu X – 9 SMA N 19 Nandung, namun Rizal belum mengatakan rasa suka dan cintanya kepada Annisa secara langsung.

Awalnya Rizal ingin meminjam sebuah Novel Ayat – ayat Cinta kepada Khobban, lalu tutur Khobban “Novel tersebut sedang dipinjam oleh Annisa”! Saat Rizal ingin meminjam Novel tersebut kepada Annisa tampaknya Rizal terlalu tergesa-gesa ingin sekali meminjam Novel tersebut. Hari Sabtu adalah hari terakhir Mereka bersekolah karena besok hari Ahad maka Rizal meng-sms Annisa dengan kata-kata yang seolah-olah membentak! karena jum’at sorenya Rizal meng-sms Annisa untuk membawa Novel tersebut taunya Annisa malah mabal ( dari rumah kesekolah, di sekolah tidak ada ), spontan sms yang Rizal kirimkan ke Annisa dengan menggunakan kata-kata yang mempertegas agar Novel milik Khobban, Rizal pinjam.

Saat sms itu telah dikirimkan selang beberapa waktu, sms itu dibalas oleh Annisa tapi menggunakan nomer yang temannya, dengan kata-kata yang balik mempertegas kepada Rizal ditambah sebuah kritik yang yang tidak tepat waktunya. Respek Rizal pun membalas kritikan dari Annisa dengan kata-kata yang lebih pedas, lalu Annisa tidak membalas sms yang Rizal kirimkan.

Setelah sholat Ashr disekolah Rizal berenung dengan sms pedas yang Ia kirimkan kepada Annisa, pada saat itu juga Rizal langsung meminta maaf lewat sms kembali kepada Annisa namun tidak dibalasnya. Rizal tetap sabar untuk mengharapkan kata maaf dari Annisa, sampai-sampai Rizal meminta bantuan orang ketiga yang bernama Puspita untuk membantu menjembatani agar maafnya diterima oleh Annisa, sampai-sampai Rizal mengeluarkan banyak pulsa hp-nya untuk menelephon kepada Puspita agar Annisa mau memaafkannya, Rizal tidak tenang sekali dengan dosanya terhadap Annisa sampai-sampai mau tidur pun masih memirkirkan Dosa yang Rizal lontarkan, bahkan disetiap sholatnya memohon doa kepada Allah agar Annisa mau memaafkannya. Tapi hingga artikel ini Saya tulis belum ada kabarnya bahwa Annisa telah memaafkan Rizal.

Hikmah dibalik semua ini, Kita sering berbuat salah kepada Orangtua, Sahabat, Teman, ataupun yang lainnya sesama makhluk, sampai-sampai rela mengorbankan segala yang Kita miliki demi pengharapannya agar dimaafkan oleh seorang Makhluk Allah. Coba kita balikan bagaimana ketika Kita melakukan kesalahan kepada Allah SWT yang menciptakan Kita hidup di Dunia ini, yang ada hanya sebuah kata Istighfar yang terucap tanpa ada rasa penyesalan yang begitu berarti untuk tidak akan melakukannya kembali. Mengapa seperti ini ? Hal ini karena Kita tidak meyakini Allah itu ada dan selalu ada dihadapan Kita ( always ), coba fikirkan kembali kenapa kalo Kita melakukan kesalahan kepada manusia selalu berusaha mengharapkan dan merelakan segala apa yang Kita miliki demi pengharapannya, karena makhluk itu ada dan akan bertemu kembali saat aktifitas yang Kita jalani. Tetapi jika kepada Allah tidak seperti ini ? Berarti Kita belum meyakini bahwa Allah itu ada, Allah itu dihadapan Kita dan Allah selalu melihat kita. Wallahu’alam bi showab

( Rizky Febriansyah X-9 SMA Negeri 19 Bandung / FORISTIC Indonesia )


Kalau Nyontek, Sebutkan Sumbernya …

Februari 27, 2008
oleh : Reza Ervani
(terinspirasi dari materi Ibu Helmi Purwanti pada acara Kuliah Jurnalistik I, Daarul Muthmainnah Bandung)
“Kalau mau nyontek, sumbernya disebutkan …”, begitu kata Ibu Helmi Purwanti, Pustakawan Politeknik Negeri Bandung dalam materinya tentang studi literatur di acara Kuliah Jurnalistik Remaja FORISTIC 25 Februari 2008 kemarin.
Sontan, peserta yang seluruhnya anak sekolah itu geeer …
Kalimat sederhana yang menggugah. Mari kita renungkan …
Ada etika yang begitu dihormati oleh para ilmuwan dalam menulis produk-produk ilmiah, yakni mencantumkan sumber asal materi yang dikutip atau yang menjadi ide dasar tulisannya.
Sekarang kita lihat budaya di sekolah-sekolah kita.
Mencontek adalah alternatif jika belajar tidak optimal. Rasa setia kawan atau takut dicap pelit, menyebabkan anak yang belajar mati-matian di malam harinya, terpaksa menjadi nara sumber gratis di kelas. Sumber lain seperti kertas kecil yang disimpan di tempat rahasia, juga menjadi keahlian tersendiri para siswa. Sementara para guru juga sudah hilang strategi mencegah praktek ini.
Penulis membayangkan apa yang akan terjadi jika sebelum ulangan sang guru memberikan salah satu peraturan aneh,”Kalau mau mencontek, sebutkan sumbernya …”. Mungkin akan ada beberapa kemungkinan yang terjadi di kelas.
Pertama, yang mencontek semakin banyak dengan pilihan yang sederhana : mencantumkan nama nara sumber atau lokasi sumber. Yang kedua, tidak mencantumkan sumbernya.
Kedua, tidak mencontek, karena ia malah menjadi nara sumber
Ketiga, tidak mencontek, karena gengsi bertanya
Untuk pilihan yang pertama, jika terjadi adalah pencantuman nara sumber atau lokasi sumber, maka guru akan tahu seberapa efektifnya siswa mencatat atau mencari sumber mandiri. Bayangkan jika nilai kejujuran itu masih ada, siswa akan menulis : Sumber : Dari Buku Catatannya si Fulan. :) . Lalu guru mengumumkan hasil ulangan lengkap dengan rangking siapa yang menjadi rujukan terpopuler di kelas sehingga berhak atas reward khusus. Bahkan mungkin sanad pencontekan juga akan terdeteksi :)
Jika yang terjadi adalah tidak dicantumkannya semua sumber oleh semua siswa padahal mereka menconteh. Hmm, rumit juga. Mungkin tingkat kejujurannya sudah akut, sehingga harus ada alternatif lain.
Untuk opsi kedua dan ketiga, tentu saja tidak perlu kita kaji panjang lebar disini, karena tulisan ini menitik beratkan pada “yang mencontek”.
Jadi Silahkan Mencontek … Tapi Sebutkan Sumbernya