Seorang Guru mengingatkan kepada siswa,”Anak-anak besok jangan lupa menghafal dan persiapkan pinsil 2B dan penghapus”. Begitulah kata-kata yang dilontarkan oleh seorang Guru ketika siswa-siswa kelas 9 SMP dan 10 SMA akan menghadapi UAN.
Saat UAN berlangsung para siswa harus memilih jawaban yang tepat dan harus menghitamkan jawabanya dengan banyak syarat-syarat yang bikin tambah rumit contohnya nggak boleh kotor, sobek, terlipat, basah, dan harus bersih. Pengalaman pribadi saya pada tahun 2007 terhadap sistem pengisian lembaran kerja UAN yang kurang bagus dan kurang mengefektifkan waktu.
Saat UAN berlangsung para siswa harus memilih jawaban yang tepat dan harus menghitamkan jawabanya dengan banyak syarat-syarat yang bikin tambah rumit contohnya nggak boleh kotor, sobek, terlipat, basah, dan harus bersih. Pengalaman pribadi saya pada tahun 2007 terhadap sistem pengisian lembaran kerja UAN yang kurang bagus dan kurang mengefektifkan waktu.
Dari sekian banyak soal yang diberikan berapa waktu siswa untuk berpikir dan menghitamkan LJK ( Lembar Jawaban Komputer, yang sedang modern tẻa! ) ? Hasil Survey saya terhadap teman sekelas ( Kelas X-9 SMA N 19 Bandung, promosi ! ) bahwa menghitamkan buletan yang terdapat di LJK sangatlah menghamburkan waktu dan dapat mengalihkan konsentrasi para siswa yang sedang UAN menjadi tertuju ke pengisian jawaban, apalagi hitamannya haruslah tebal (supaya komputernya ngak eror) berarti siswa dalam mengisi harus agak ditekan ( hati-hati jangan terlalu ditekan bilih bolong kertasnya! hm… serba salah ya ), metode seperti ini dapat mengakibatkan pengurangan energi dan konsentrasi yang kita miliki apalagi jika salah ngisi hmm… harus dihapus dengan super hati-hati bangeet.
Yang saya harapkan kepada Bapak Menteri Pendidikan Indonesia Bambang Sudibyo, agar mengisi LJK UAN cukup dengan di silang ( X ) agar siswa tetap fokus kepada soal-soal pertanyaan (kan ngak terlalu rumit). Bukankah semakin kesini Tekhnologi semakin berkembang ? Cobalah Pak Menteri untuk membuat System Pembaca Komputer yang sangat sensitive terhadap isi jawaban. ( Kan banyak para mahasiswa Indonesia yang jago dibidang Tekhnologi! coba gunakan hasil karyanya. Jangan pake karya orang Bule terus ).
Nah, jika semuanya mudah dan hemat waktu segalanya jadi serba enak, berfikir dan mengisinya jadi mudah. ( “Gitu aja koq repot”, Gus Pur pun ikut menambahakan )
Nah, jika semuanya mudah dan hemat waktu segalanya jadi serba enak, berfikir dan mengisinya jadi mudah. ( “Gitu aja koq repot”, Gus Pur pun ikut menambahakan )
Rizky Febriansyah X-9 SMA N 19 Bandung
Maret 12, 2008 pukul 10:03 am
AsS….
Wah setuju banged…..
bentar lagi UAN nech….sebenarnya kalo saya sendiri lebih mengharapkan bahwa nilai UAN tidak menjadi penentu lulus atau tidaknya kita….karena tiap siswa diberi kelebihan masing” bukan hanya ditentukan oleh mata pelajran yang diUAN kan saja….
Maret 13, 2008 pukul 9:13 am
wah….akhirnya inspirasi muwh tertuang dalam blog iniyh……
Tapi nih…menurut saya dengan tata cara seperti itu bisa meningkatkan daya konsentrasi kita….seru tuh diuji banget!!udah kita ngerjain soal sambil mikir jawaban, trus gimana caranya juga kita bisa ngebuletin dengan hitam dan rapi…masalah yang lainnya itu resiko bung!!